Shelbyra Fitri "다비치"

"God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference"

Fatimah Az-Zahra adalah sosok anak yang sangat patuh terhadap ayahnya. Pun, beliau adalah anak yang sangat menyayangi sang ayah. Fatimahlah yang membela Rosulullah ketika beliau diolok dan dianiaya oleh kaum kafir Quraisy. Dia membela dengan penuh semangat. Pun menyeka luka ayahanda dengan penuh kasih sayang.

Tak hanya itu, Fatimah juga merupakan anak yang amanah. Sesaat sebelum meninggal, Rosulullah pernah menceritakan sebuah rahasia yaitu bahwa dirinya akan meninggal, sebentar lagi. Dan, rahasia tentang kepergian Fatimah yang akan menyusul sang ayah. Dua rahasia tersebut digenggam oleh Fatimah, bahkan ibunda Aisyah pun tidak diberi tahu.

Sebagai anak, sudah seharusnya bila kita menyayangi ayah kita. Pun membela ayah kita saat beliau membutuhkan dukungan. Di zaman sekarang ini, hubungan ayah dengan anak perempuan mungkin bisa dikatakan renggang. Padahal, menurut penelitian, kedekatan ayah dan anak perempuan adalah sangat penting. Dan, hal tersebut sudah diteladankan jauh-jauh hari oleh ibunda Fatimah.

Kisah dari Fatimah Az-zahra yang lain adalah tentang ketaatannya sebagai seorang istri. Sungguh, Fatimah adalah istri yang sempurna. Namun, dengan kesempurnaannya itu, ia tak merasa tinggi hati. Ia tak pernah menuntut sang suami untuk memberikan dia kehidupan mewah.

Padahal, Fatimah bisa saja melakukan hal tersebut karena dia adalah wanita yang spesial dibandingkan dengan wanita lainnya. Fatimah Az-zahra tak terlalu mementingkan hal-hal duniawi secara berlebihan. Ia selalu bahagia dalam kezuhudannya.

Maka, adalah mutlak sebenarnya bagi umat muslim, terlebih para akhwat untuk meneladani kisah Fatimah Az-zahra di atas. Sebagai wanita, ada begitu banyak godaan yang datang silih berganti. Namun, dengan adanya iman dan rasa cinta pada-Nya, godaan tersebut seolah bukanlah apa-apa. Sama halnya seperti yang dicontohkan bunda Fatimah pada kita. -- bimbingan.org

0 komentar:

Post a Comment