Shelbyra Fitri "다비치"

"God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference"

-Wortel, Telur dan Kopi-

Seorang pria muda datang pada ibunya dan mengeluh soal banyak permasalahan dalam kehidupannya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja seolah tidak ingin mendengarkan. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara anaknya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air.

Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan. Di gelas pertama ia masukkan TELUR, di gelas kedua, ia masukkan WORTEL, dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI.

Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya: WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK, TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS dan KOPI menghasilkan aroma yang Harum...

Sang ibu menjelaskan: “Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH.  Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi Lembek seperti wortel, mengeras seperti telur, atau harum seperti kopi. Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air... mereka malah berubah oleh air, sementara KOPI malah mengubah AIR, membuatnya menjadi harum.”

Dalam tiap Masalah, selalu tersimpan Mutiara Iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Allah swt seolah tidak kunjung datang?

Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang:
Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri.
Ada yang mengeras, marah dan berontak pada Allah SWT. Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.

Ada kalanya Allah sengaja menunda pertolonganNYA.
Apa tujuannya?
Agar kita belajar percaya, yakin, sabar dan tidak banyak mengeluh.

Tidak pernah ada masalah yang tidak bisa Allah SWT beri penyelesaiannya.

Teruslah bermunajat kepada Allah, perbaiki diri, dan renungkan, Allah cintadengan Hamba yg tawadhu dan penuh rasa syukur....

#Tausiyah Dr Agus Setiawan

0 komentar:

Post a Comment