Shelbyra Fitri "다비치"

"God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference"


Bukankah setiap istri adalah seorang ibu rumah tangga?

Ibu rumah tangga, ialah ia yang membersihkan tangga yang akan kamu lalui setiap harinya,
menuntun kamu dan anak-anakmu untuk melewati setiap anak tangga, ialah ia yang hanya
tersenyum paling bahagia saat kamu dan anak-anakmu mencapai tangga paling puncak,
ialah ia yang akan selalu siap menyambutmu ketika kamu jatuh terguling ke anak tangga
paling bawah, ialah ia, Ibu Rumah Tangga.

Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, kamu harus tahu bahwa bukan hal yang mudah
baginya untuk melepas segala pencapaian yang telah dimilikinya. Akan ada saat dimana
orang-orang di sekitarnya menyayangkan keputusannya, Kedua orang tua yang merasa sia-
sia telah memberikannya pendidikan yang tinggi, Orang-orang terdekat yang terlanjur
memiliki ekspektasi tinggi untuknya. Hai lelaki yang telah membuat seorang wanita ber ”masa
depan” cerah melepas karir dunianya hanya untuk merawat dan melayani kebutuhanmu dan
anak-anakmu. Maukah kamu menutup telinga dari segala perkataan tak menyenangkan
orang-orang. Maukah kamu melapangkan dadamu untuk ia bersandar. Maukah kamu
merendahkan bahumu untuk ia meletakkan kepala. Maukah kamu merentangkan kedua
tangan untuk memeluk ia, yang lusuh dan lelah mengurus segala keperluanmu yang terlihat
sepele??


Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, menunggumu di rumah dengan rasa bosan yang
sesekali muncul, rasa rindu pada dunia karir yang cemerlang, merasa terpanggil menyajikan
bahan presentasi dan dikagumi orang-orang, maukah kamu. Menemaninya dengan perhatian
yang cukup membuat ia tersenyum simpul setiap pagi. Menghargai setiap tindakannya
dengan ucapan terima kasih yang tulus. Memberikan senyum termanis dan tawa yang
membuatnya lupa bahwa ia selalu terkurung di rumah. Menemaninya melihat dunia yang
tidak pernah sempat ia lakukan?

Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, mungkin ia tak kan punya cukup waktu untuk melihat
perkembangan dunia luar, tidak akan punya cukup waktu untuk menjadi modis seperti
teman-temanmu diluar sana, tapi pernahkah kamu tahu?

Ibu rumah tangga, ialah ia yang menjatuhkan dirinya agar kamu terlihat lebih tinggi.
Ialah ia yang menekan egonya demi menghargai kamu sebagai kepalanya.
Ialah ia yang berpura-pura bodoh agar kamu tampak hebat.
Ialah ia yang mencemaskan kamu selagi kamu pulang telat karna bersenang-senang bersama
kawan-kawan kerjamu.
Ialah ia yang akan selalu mendengarkan setiap keluh kesahmu.
Ialah ia yang rela menjadi pelampiasan emosimu agar emosimu tetap terkontrol pada orang
lain.
Ialah ia yang rela membiarkan dirinya dipandang sebelah mata namun meradang saat kamu
disepelekan.

Dear lelaki, menjadi ibu rumah tangga tidak pernah mudah. Bukankah lebih mudah
membayar gaji seorang baby sister dan seorang asisten rumah tangga untuk mengurusi
segalanya?? Tapi bukankah lebih membahagiakan jika kita bisa berkasih sayang dengan cara
yang menurut banyak orang tidak mudah? Cukup temani saja ia, ajarkan saja ia untuk
menjadi tempatmu kembali, beri tahu ia bagaimana caranya membuatmu nyaman, bimbing
ia untuk melengkapimu.

0 komentar:

Post a Comment