Shelbyra Fitri "다비치"

"God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference"

Temukanlah Alasan (Untuk Tetap Di Sini)

Kalau sudah paham bahwa setelah mensholihkan/memperbaiki diri langkah berikutnya adalah memperbaiki umat, maka urusan berikutnya hanyalah istiqomah. Menjadi penting, sebab mengurus memperbaiki, dan melindungi umat adalah sama pentingnya dengan ibadah wajib.

Quran ini tidak bisa terbang untuk mengantar makanan kepada si miskin atau tidak bisa
berenang sendiri di genangan untuk menolong korban banjir. Quran tidak bisa mencegah aset-
aset negara dijual kepada pihak asing. Quran juga tidak bisa mengayunkan senjata untuk
melindungi muslim yang ditindas atau membuat proposal model ekonomi untuk perbaikan
ekonomi masyarakat. Dan ingat, Quran juga tidak bisa menyuntikkan obat untuk rakyat yang
sakit atau gentayangan mendirikan tenda pernikahan *kode buat jomblo, hehee...*

Pasti ada MANUSIA yang melakukan semua itu. Mengerjakan itu, atau mengoperasikan hal
tersebut dengan izin dan kekuatan Allah ta’ala. Dan di sinilah ISTIMEWA dan MEWAH-nya
Islam !!!!!

Sistem dan program ini butuh manusia untuk berfungsi dan menjalankannya. Pasti ada orang
yang akan berusaha menjalankannya, banyak atau sedikit. Kalau kita tidak mau menjadi
bagian yang istimewa itu, Allah akan menghadiahkannya kepada orang lain.
 
Ingatkah dulu saat SMA atau kuliah kita dengan gagahnya menyeru kepada adik-adik kita?
“Kalian adalah ruh baru yang mengalir untuk umat ini !!!” atau “Barangsiapa yang tidak peduli
dengan urusan kaum muslimin, maka dia bukan golonganku”. Atau ingatkah kita saat dulu mengajak adik-adik atau teman-teman kita untuk peduli dengan urusan umat?

Kalau hari ini kita menjadi orang yang tidak peduli lagi, manusia macam apa kita? Lelah?
Bosan? Atau terlena dengan bahagianya kehidupan rumah tangga dan mengejar karir?
Atau sempit dengan penatnya kemiskinan dan sulitnya mencari penghasilan?

Bukankah Allah telah mengingatkan? “Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak- anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah dan rasul-Nya, serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya” (QS At-Taubah: 24)

Saudaraku, carilah alasan agar kau tetap bergerak. Bacalah ayat-ayat yang dulu membuatmu terenyuh. Datangilah lagi saudara-saudara dan pengajian-pengajian yang telah lama kau tinggalkan. Bergeraklah lagi meski kau lelah. Berangkatlah lagi meski kau malas. Berilah pengertian meski keluargamu merengek agar kau tetap tinggal di rumah.
 
Kau pikir saudara-saudaramu tidak bisa lapar? Tidak butuh penghidupan? Tidak rindu keluarga?
Tidak sedih memikirkan orang tua yang renta dan sakit-sakitan? Mereka semua sama dengan
kau.
Maka... Jadilah lagi denyut nadi yang menghidupi umat. Menangislah untuk umat. Atau tangisi dirimu tiap kali tidak mampu memperkuat barisan umat......
 
“Dan tidak ada (dosa) atas orang-orang yang datang kepadamu agar engkau memberi kendaraan kepada mereka (untuk ikut berperang), lalu engkau berkata, “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk
membawamu” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena
sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang)” (QS AT- Taubah: 92)

Itulah hati tulus, hati remaja yang pernah kau miliki. Semoga kita memilikinya lagi. Nasehat yg ditujukan bagi diri, berbagi utk bersama dihayati...


#utkterusdibinadanmembina

0 komentar:

Post a Comment