Shelbyra Fitri "다비치"

"God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference"

Oleh: B.A

Sahabat sekalian,
Pernyataan seperti judul di atas mungkin sering muncul dalam benak kita. Yang bisa saja menggoyahkan semangat kita untuk terus membaca al quran. Atau pernyataan lain yang serupa; ' lebih baik baca sedikit tapi disertai tadabbur dan pemahaman', ' al quran itu untuk dipahami bukan sekedar dibaca, apalagi baca cepat cepat!' , ' ngapain maksa baca sejuz, toh allah melihat kualitas bukan banyaknya doang!', ' baca quran harus hati hati, kalau salah nanti malah berdosa' dst..

Apakah sepenuhnya salah pernyataan seperti itu? Saya katakan tidak ! Ada benarnya, tapi banyak salahnya. Mari kita simak alasan alasan berikut:

- mengapa kita harus membaca satu juz? Alasannya: karena cara yang paling efektif untuk menambah pahala disisi Allah adalah dengan membaca al quran. Mungkin kita lemah di sholat kita, sedekah dan infak kita, atau jihad kita, nah dengan tilawah inilah peluang meraup pahala sangat besar. Hitungannya bukan juz, tapi huruf. Redaksi dalilnya jelas :
من قرأ حرفامن كتاب الله فله به حسنةوالحسنة بعشر أمثالها

- mengapa harus satu juz? Karena ini sunnah! Jawaban yang simple. Adakah dalilnya? Jelas ada, bahkan redaksinya jelas menggunakan kata perintah, tidak tanggung tanggung, riwayat bukhori sumbernya :
إقرإ القران فى شهر
Bacalah quran ( khatamkanlah) quran dalam sebulan.

Masih ragu, karena alasan lain?
Saya kan masih terbata bata, nanti malah dosa kalau maksa baca. Hmmm...siapa yang bilang dosa? Yang dosa itu yang tidak mau baca dan tidak mau belajar. Bahkan ada hadist yang menguatkan :
الذي يقرأالقران وهو عليه شاق فله أجران
Orang yang membaca al quran dan ia menemukan kesulitan, maka baginya dua pahala.

Hadist ini, seakan akan telah memprediksi akan ada orang orang yang mengalami kondisi ini. Ingin baca, semangat ada, tapi masih terbata bata. Maka baginya tetap dapat pahala. So, masih takut baca sejuz karena banyak salah?

-Spirit ODOJ 159-

0 komentar:

Post a Comment