Shelbyra Fitri "다비치"

"God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference"

Dear Tuhanku, Alloh SWT,

Masih terhampar jelas sajadah panjang di kamarku, sengaja tidak ku lipat seusai melaksanakan sholat maghrib beberapa menit yang lalu.

Merasakan kesedihan dan mempertanyakan kepada diriku sendiri atas apa yang terjadi dalam hidup ku di bulan Nov - Des tahun 2012 ini. Hilangnya pekerjaan ku, seseorang menjauhiku saat aku butuh dirinya, seseorang menipuku dengan menjadikan ku asisten rumah tangga di rumahnya.. Hal-hal tersebut benar-benar membuat diriku jatuh. Berdiam diri dalam kamar beberapa minggu ini dengan menganalisa kembali apa yang terjadi.

"Saat diselubungi kesedihan, terasa benar hakikat kesunyian, kesepian dan bersendirian"
Aku stuck, aku tak bisa maju dan meratapi kesedihan. Dan akhirnya aku sadar, bahwa selama ini sebelum hal-hal tersebut menimpaku, aku lupa akan kehadiran diri-Nya dalam hidupku. Aku melupakan resolusi ku untuk menjadi hamba-Nya yang taat tahun 2012 ini ke tahun berikutnya. Aku menjadi sosok yang sombong, aku tertutupi keimananku akan harta dan materi yang ada pada diriku... Astagfirulloh, betapa banyak dosa yang aku lakukan.


Aku ingat akan kalimat "La Tahzan" yang artinya Jangan Bersedih karena Tuhan ada bersama kita. Kalimat yang sederhana tapi mempunyai makna yang sangat besar. La Tahzan, itulah yang tiap saat aku hembuskan ke dalam diriku, menyemangati diriku agar tidak larut dalam kesedihan ini. Aku melihat sekitar dalam lingkungan rumahku, aku bersyukur.. Aku masih diberkati keluarga yang utuh, aku masih bisa melihat tawa dan senyum keponakan kecilku, aku masih bisa berbagi dengan orang-orang di sekitarku.

Walau ini masih proses dalam kehidupanku, tapi saat ini aku berpegang pada kalimat tersebut. Kalimat yang menyadarkanku akan makna hadirnya diriku di dunia yang fana ini. Kalimat yang membawaku kembali ke rangkulan kasih-Nya sehingga aku menyandarkan diriku ke pangkuan-Nya dalam ibadah sholat 5 waktu maupun sunahku.

Sebelum aku menunaikan sholat magrib tadi, aku menemukan artikel dan isinya sangat ispiratif, dan semoga yang membaca dapat juga termotivasi atau setidaknya sadar dan bangkit dari rasa kesedihan atau kesendirian. Berikut beberapa kutipan dari artikel tersebut :
"….. Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita…
" Hiduplah dengan kehidupan sebagaimana hidupnya kehidupan itu sendiri, dengan kebahagiaan dan kerelaan yang membuat anda selalu hidup gembira."
Cr artikel : http://langitilahi.com/2388









0 komentar:

Post a Comment