Shelbyra Fitri "다비치"

"God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference"

Dear Dee-dee,

Semalam aku bener-bener down banget, nangis sampai aku gak bisa nafas dan hanya istighfar yang keluar dari bibirku untuk mengontrol emosiku. Aku benar-benar merasa sakit dan merasa kecewa berat saat orang-orang yang sudah ku anggap mereka adalah teman-teman terbaikku sekali lagi membuat aku merasa bodoh dan dungu.

Aku kecewa kepada mereka dan aku sangat marah. Dan marahnya aku tak bisa kukeluarkan,hanya kupendam dalam hati. Rasa marah ini kusimpan dalam kotak pandora dan selepas sholat maghrib tadi kotak itu terbuka dan hanya air mata yang mengalir deras dari kedua belah mataku.

Aku lagi-lagi merasa menjadi manusia yang sangat sangat Bodoh. Saat semua orang lain tahu, saat mereka mengetahui tentang sesuatu hal dimana mereka juga tahu perasaan ku, tetapi mereka menganggap seolah-olah aku tidak mengetahu hal tersebut, apakah itu tidak menjadikan aku seperti dipencundangi.
Entah apa yang ada dalam otak mereka, entah karena mereka benar-benar tidak tahu, atau memang mereka tidak mau tahu soal perasaanku, tapi mereka berhasil menyakitiku dan membuat aku terluka.

Terlebih kekecewaanku terhadap salah satu dari mereka, seseorang yang mengetahui persoalanku dan dengan bebasnya berkomentar tanpa mengindahkan perasaanku dan berpikir bahwa aku ada diantara mereka. Aku sangat-sangat kecewa terhadap dirinya. Aku menjadi ingat bahwa dia pernah bilang bahwa hanya kita berempat yang mengetahui soal perasaanku dan sampai saat ini aku penasaran siapa orang yang ke4 tsb dan saat itu aku sudah bilang bahwa orang ke-4 tersebut adalah seseorang berinisial S dan orang tersebut tidak menjawab. Dan kini terjawab sudah apa yang ada dalam hatiku dan aku kecewa, sangat kecewa.

Dengan kesedihan yang kurasakan malam itu dan perasaan yang benar-benar tersakiti, aku segera keluar dari grup dan aku butuh waktu untuk bisa menerima mereka kembali.
Alhamdulillah, saat itu ada Wiwie yang menjapri ku dan menanyakan statusku. Dengan kondisi yang sangat terpuruk, aku mencoba untuk cerita dan setidaknya aku bisa mengurangi rasa sedih ini. Di lain sisi ada sahabat ku juga di Swiss, Sibel yang setia mensupportku. Agh, apa yang aku lakukan jika tidak ada mereka dalam hidupku.



Terima kasih Ya Alloh, atas pelajaran hidup yang Engkau berikan kemarin. Semoga aku dapat menjadi seseorang yang lebih kuat dan menghadapi semua ini. Aku belajar untuk dapat memaafkan mereka dan memaafkan diriku atas kebodohan ku. Bimbing aku selalu ke jalanMu yang benar Ya Alloh...

0 komentar:

Post a Comment