Shelbyra Fitri "다비치"

"God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference"

Dear Dee-dee,

Setelah semalam ngerasain badan meriang dan selimutan pakai jaketnya dia di kamar, aku pending sebentar untuk nulis apa yg terjadi di hari H kemarin.

Aku gak lupa untuk bilang keputusan apa yang aku telah putuskan untuk rasa ini terhadap dirinya. Aku hanya merasa seperti Alice in Wonderland saat itu dan gak tahu harus bagaimana sebenarnya.

Malam sebelum hari bepergian, aku merasakan sakit maag yang sangat, akibat 2 hari selera makan ku kacau karena menangisi perasaan yang ku punya terhadap dia.

Yang aku tidak bisa lepaskan adalah saat semua orang bilang bahwa ia seseorang baik dan aku melepaskannya, itu yg aku tidak rela.

Minggu pagi yang aku merasa bahwa aku tidak terlalu exciting melakukan perjalanan karena aku merasa aku tidak sanggup bertemu dirinya dan merasa lost in space. Badan ku di perjalanan tersebut, tapi pikiran dan hati ku hanya bisa menatap dirinya dari belakang, berusaha mengendalikan rasa sakit tidak nyaman di perut dengan perasaan melepaskan akan dirinya dalam hatiku.


Saat wiwie, seorang teman yang sudah ku anggap sahabat juga saudaraku, bilang kenapa aku harus seperti itu *tidak selera makan, sehingga sakit* terhadap perasaan yang aku punya terhadap dirinya, dan wiwie pun bilang hal yang sama seperti Tari bilang, "apa yang kamu dapatkan dari rasa itu?" , "menyakiti diri dengan rasa itu"... Aku hanya bisa bilang.. Aku menyukai nya dan aku gak rela aku kehilangan orang yang baik seperti dirinya...

Selama perjalanan aku merasakan suhu tubuh yang hangat akibat kedinginan dan untungnya aku meminjam jaket dia dan itu sangat membantuku. Sangat membantu dalam arti berbagai hal...

Selama perjalanan, aku belajar mengamati perasaain ini dan belajar bahwa ini proses yang aku harus hadapi dan putuskan bahwa "aku akan mengamati saja proses ini, entah dengan tujuan yang belum pasti"....

Menikmati proses dimana aku bisa melepaskan rasa yang dibilang lebay oleh Tari dan menikmati saat air mata ku menangis kembali akan dirinya.

Aku tidak menyesal dengan rasa ini, aku tidak mengutuk rasa ini walau aku dibilang ngeyel karena aku tetap membiarkan rasa ini ada dalam hatiku....

Aku hanya ingin ucapkan kepada seseorang tersebut dalam tulisan di blog ini yaitu :

"Terima kasih atas rasa ini yang tumbuh dalam diriku. Terima kasih karena kau memberiku kembali kehangatan dan kelembutan melalui rasa ini. Terima kasih atas segala kebaikan yang kau beri kepadaku. Terima kasih atas segala hal yang aku tidak bisa sebutkan satu persatu karena memang dirimu begitu nyata dengan kebaikanmu membuatku selalu percaya akan ketulusan cinta"
 

Regards

Fitri










0 komentar:

Post a Comment